5 Benefit Mengikuti Webinar TKDN untuk Pelaku Pengadaan dan Pelaku Usaha
TKDN menjadi isu yang semakin krusial bagi perusahaan swasta, khususnya pelaku B2B yang ingin masuk atau bertahan di ekosistem pengadaan pemerintah. Faktanya, masih banyak perusahaan yang mengalami kebingungan saat harus memahami aturan, menyiapkan dokumen, hingga melakukan perhitungan tkdn secara benar. Kondisi ini sering kali menimbulkan risiko administratif, bahkan berpotensi menghambat peluang bisnis. Pada situasi seperti ini, pendampingan yang tepat menjadi kebutuhan nyata. Alatan Asasta Indonesia hadir sebagai mitra strategis yang membantu perusahaan memahami kebijakan pemerintah secara komprehensif melalui layanan konsultasi, pelatihan, dan riset. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah penyelenggaraan webinar eksklusif mengenai perhitungan dan penerapan TKDN dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Pada dasarnya, tkdn merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri. Namun, dalam praktiknya, penerapan kebijakan ini tidak selalu mudah. Banyak perusahaan merasa ragu karena belum memahami konsep tingkat komponen dalam negeri secara utuh, terutama ketika harus menerapkannya ke dalam proses bisnis. Adakalanya, kebingungan muncul sejak tahap awal perencanaan. Perusahaan tidak yakin bagaimana cara menetapkan target TKDN yang realistis. Selain itu, proses perhitungan tkdn sering dianggap rumit karena melibatkan komponen biaya, asal bahan baku, serta proses produksi. Akibatnya, perusahaan cenderung menunda atau bahkan menghindari peluang pengadaan pemerintah. Salah satu manfaat utama mengikuti webinar ini adalah pemahaman regulasi TKDN dan P3DN secara utuh. Dalam webinar, peserta tidak hanya diperkenalkan pada dasar hukum, tetapi juga pada konteks penerapannya. Regulasi yang dibahas mengacu pada kebijakan resmi pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Dengan pemahaman ini, perusahaan dapat melihat gambaran besar kebijakan tkdn, termasuk tujuan, ruang lingkup, serta implikasinya terhadap proses pengadaan. Pendekatan ini membantu peserta memahami alasan di balik kebijakan, sehingga tidak lagi melihat TKDN sebagai beban, melainkan sebagai peluang strategis. Berikutnya, webinar ini memberikan panduan praktis mengenai perhitungan tkdn. Materi disusun agar mudah dipahami, bahkan oleh peserta yang baru pertama kali berhadapan dengan konsep ini. Contohnya, peserta akan diajak memahami cara mengidentifikasi komponen lokal dan impor, serta cara menghitung kontribusinya terhadap nilai akhir produk atau jasa. Pendekatan praktis ini sangat relevan bagi perusahaan B2B. Sebab, kesalahan dalam perhitungan dapat berdampak langsung pada kelayakan penawaran. Dengan memahami tingkat komponen dalam negeri secara tepat, perusahaan dapat menyusun strategi yang lebih terukur dan kompetitif. Selain perhitungan, penerapan tkdn juga sangat bergantung pada kualitas dokumen. Webinar ini membahas cara menyusun dokumen pengadaan yang selaras dengan ketentuan TKDN. Mulai dari spesifikasi teknis hingga dokumen pendukung lainnya, semua dibahas berdasarkan best practice di lapangan. Biasanya, kesalahan kecil dalam dokumen dapat menimbulkan konsekuensi besar. Oleh karena itu, pemahaman yang baik sejak awal akan membantu perusahaan mengurangi risiko sanggahan atau evaluasi yang tidak menguntungkan. Jika perusahaan Anda masih ragu dalam memahami regulasi maupun perhitungan tkdn, Anda dapat langsung berdiskusi dengan tim ahli kami. Untuk pendampingan yang lebih terarah, silakan hubungi kami melalui WhatsApp. Faktanya, penerapan tkdn yang tidak tepat dapat memicu risiko administratif dan sanksi. Webinar ini secara khusus membahas potensi risiko yang sering muncul, serta cara mengantisipasinya. Peserta akan memperoleh pemahaman mengenai langkah preventif yang dapat diterapkan sejak tahap perencanaan. Pendekatan ini penting karena perusahaan sering kali baru menyadari kesalahan setelah proses berjalan. Dengan bekal pengetahuan yang tepat, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih aman dan berkelanjutan. Nilai tambah lainnya adalah kesempatan berkonsultasi langsung dengan ahli pengadaan barang dan jasa pemerintah. Diskusi interaktif memungkinkan peserta mengangkat kasus nyata yang sedang dihadapi. Dengan demikian, solusi yang diberikan tidak bersifat umum, melainkan relevan dengan kondisi perusahaan. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Alatan Asasta Indonesia untuk memberikan solusi yang aplikatif. Pengalaman di bidang kebijakan publik dan sektor pemerintah menjadi fondasi utama dalam setiap materi yang disampaikan. Sebagai perusahaan yang berfokus pada kebijakan pemerintah, sektor publik, dan pengembangan daya saing usaha, Alatan Asasta Indonesia memahami tantangan yang dihadapi dunia usaha. Melalui pelatihan dan konsultasi, perusahaan ini membantu klien menjembatani kebutuhan bisnis dengan regulasi yang berlaku. Pendekatan berbasis riset dan praktik lapangan membuat setiap solusi yang ditawarkan lebih relevan dan berorientasi pada hasil. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memahami tkdn, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif dalam jangka panjang. Pada akhirnya, memahami tkdn, menguasai perhitungan tkdn, serta mengenali konsep tingkat komponen dalam negeri merupakan langkah strategis bagi perusahaan B2B yang ingin berkembang di pasar pengadaan pemerintah. Webinar ini hadir sebagai solusi praktis bagi perusahaan yang masih merasa bingung dan membutuhkan bimbingan yang jelas. Jika Anda ingin mengetahui detail program, materi, dan jadwal webinar secara lengkap, silakan Lihat disini melalui halaman resmi Alatan Asasta Indonesia. Dengan pendampingan yang tepat, peluang bisnis dapat dikelola dengan lebih percaya diri dan berkelanjutan.Mengapa TKDN Menjadi Tantangan bagi Banyak Perusahaan?
Benefit Utama: Pemahaman Regulasi TKDN secara Menyeluruh
Benefit Kedua: Menguasai Perhitungan TKDN secara Praktis
Benefit Ketiga: Panduan Penyusunan Dokumen yang Tepat
Benefit Keempat: Mitigasi Risiko dan Sanksi
Benefit Kelima: Akses Langsung ke Ahli Pengadaan
Mengapa Alatan Asasta Indonesia Menjadi Mitra yang Tepat?
Kesimpulan
0 Comments