Apakah Sertifikat TKDN Berguna untuk Ekspor? Cek Faktanya!
Sertifikat TKDN kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku industri manufaktur yang ingin melakukan ekspansi pasar secara luas hingga ke mancanegara. Dokumen ini sering kali dianggap hanya sebagai syarat administratif semata untuk memenangkan tender pemerintah atau pengadaan barang dan jasa. Namun, apakah persepsi tersebut sepenuhnya benar adanya? Faktanya, peran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) jauh lebih strategis daripada sekadar pemenuhan regulasi lokal. Presiden Joko Widodo sendiri telah menegaskan pentingnya hilirisasi dan penggunaan produk dalam negeri untuk menguatkan struktur ekonomi nasional. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa produk dengan nilai TKDN tinggi memiliki ketahanan rantai pasok yang lebih stabil. Oleh karena itu, bagi Anda pemilik PT atau CV yang berorientasi ekspor, memahami korelasi ini adalah langkah krusial. Pada dasarnya, fungsi utama dari dokumen ini adalah untuk melegitimasi bahwa sebuah produk benar-benar diproduksi di Indonesia dengan persentase komponen lokal tertentu. Pemerintah menggunakan ukuran ini untuk memprioritaskan belanja negara pada produk buatan anak bangsa. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 pada Pasal 66 ayat (1) dan (2), produk dengan nilai TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) minimal 40% wajib digunakan dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Akan tetapi, fungsi sertifikat TKDN tidak berhenti di gerbang instansi pemerintah saja. Bagi sektor swasta, dokumen ini menjadi validasi kualitas dan kemampuan industri dalam mengolah bahan baku lokal. Ini menciptakan branding positif bahwa produk Anda bukan sekadar barang rakitan ("screw driver assembly"), melainkan produk yang memiliki nilai tambah nyata di dalam negeri. Apakah Sertifikat TKDN Berguna untuk Ekspor? Inilah pertanyaan besar yang sering diajukan oleh klien kami. Jawabannya adalah: Ya, secara tidak langsung namun sangat signifikan. Meskipun negara tujuan ekspor mungkin tidak meminta dokumen TKDN secara spesifik, mereka biasanya meminta Surat Keterangan Asal atau Certificate of Origin (COO). Di sinilah letak korelasi emasnya. Perhitungan yang digunakan dalam sertifikat TKDN memiliki kemiripan prinsip dengan aturan Rules of Origin (ROO) dalam perjanjian perdagangan internasional (FTA). Jika produk Anda memiliki TKDN tinggi, membuktikan asal barang untuk mendapatkan fasilitas bea masuk rendah di negara tujuan ekspor akan menjadi jauh lebih mudah. Berikut adalah perbandingan dampaknya: Oleh sebab itu, memiliki TKDN yang terverifikasi akan mempercepat proses administrasi ekspor Anda, terutama ke negara-negara ASEAN atau mitra dagang strategis Indonesia. Insentif Fiskal yang Menguntungkan Eksportir Selain kemudahan akses pasar, pemerintah juga menyediakan "karpet merah" bagi industri ber-TKDN tinggi. Salah satunya adalah fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan atau Tax Allowance. Fasilitas ini tentu saja berdampak langsung pada efisiensi cash flow perusahaan berdasarkan Pasal 43 pada Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018. Biaya produksi yang lebih efisien akibat insentif pajak memungkinkan Anda menetapkan harga jual ekspor yang lebih agresif. Alhasil, margin keuntungan perusahaan tetap terjaga meskipun Anda sedang perang harga di pasar internasional. Jadi, anggapan bahwa TKDN hanya beban biaya adalah kesalahan besar dalam strategi bisnis. Pemerintah melalui Perpres Nomor 16 Tahun 2018 mewajibkan penggunaan produk dalam negeri pada pengadaan barang/jasa pemerintah. Namun, sektor swasta yang berorientasi ekspor pun sebaiknya mulai mempersiapkan diri pada sektor berikut: Alat Kesehatan: Permintaan global pasca-pandemi sangat tinggi untuk produk berstandar. Tekstil dan Produk Tekstil (TPT): Syarat asal barang sangat ketat di pasar AS dan Eropa. Komponen Otomotif: Rantai pasok global menuntut standarisasi mutu yang konsisten. Elektronik dan Telematika: Nilai tambah lokal menjadi penentu daya saing. Produk Logam dan Mesin: Dibutuhkan bukti legalitas bahan baku untuk ekspor. Penggunaan komponen dalam negeri pada sektor di atas tidak hanya memenuhi aturan, tetapi juga menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku. Ketergantungan pada impor bahan baku yang berlebihan justru rentan terhadap fluktuasi kurs mata uang asing. Jika perusahaan Anda bergerak di bidang ini dan ingin melakukan ekspor, memiliki sertifikat tersebut akan memberikan jaminan kredibilitas di mata pembeli luar negeri bahwa produk Anda memenuhi standar nasional yang ketat. Pertanyaan ini sering muncul di benak para pengusaha yang merasa terbebani regulasi. Sebetulnya, tujuan pemerintah sangat mulia dan berjangka panjang. Kemandirian industri nasional adalah kunci agar Indonesia tidak terjebak dalam Middle Income Trap. Dengan mewajibkan sertifikat TKDN, terjadi efek berganda (multiplier effect) yang luar biasa: Penyerapan tenaga kerja lokal meningkat drastis. Industri kecil dan menengah (IKM) ikut tumbuh sebagai pemasok. Teknologi baru masuk melalui investasi asing yang membangun pabrik. Defisit neraca perdagangan dapat ditekan secara signifikan. Berdasarkan fakta di atas, jelas bahwa memiliki sertifikat TKDN adalah langkah strategis yang sangat berguna untuk ekspor. Dokumen ini bukan penghambat, melainkan katalisator yang mempercepat produk Anda diterima di pasar global melalui skema Rules of Origin. Selain itu, berbagai insentif fiskal yang ditawarkan pemerintah akan membuat struktur biaya perusahaan menjadi jauh lebih sehat dan kompetitif. Kini saatnya Anda mengubah pola pikir dan menjadikan sertifikasi ini sebagai aset berharga perusahaan.Apa Fungsi Sertifikat TKDN Sebenarnya?
Daftar Produk yang Wajib Memiliki TKDN
Mengapa Harus Ada TKDN?
Kesimpulan
0 Comments