Peraturan TKDN Terbaru: Bedah Perdirjen ILMATE No 6 2025
Peraturan TKDN terbaru 2025 kini hadir lewat Perdirjen ILMATE No 6 Tahun 2025 sebagai solusi teknis perhitungan komponen utama industri yang sering membingungkan. Seringkali, kami melihat pelaku industri gagal mendapatkan sertifikasi TKDN yang memuaskan hanya karena salah menafsirkan mana komponen utama dan mana komponen pendukung. Akibatnya, produk mereka kalah bersaing di e-Katalog LKPP. Namun, angin segar akhirnya berhembus bagi sektor B2B dan B2G. Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, telah merilis rincian teknis yang sangat spesifik untuk empat sektor vital: Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika. Dokumen ini bukan sekadar aturan, melainkan peta jalan agar penghitungan nilai TKDN kita presisi dan akurat. Pada dasarnya, regulasi ini adalah aturan pelaksana yang sangat dinanti. Peraturan Dirjen ILMATE No. 6 Tahun 2025 ditetapkan secara resmi di Jakarta pada tanggal 12 Desember 2025. Mengapa aturan ini begitu krusial? Karena regulasi ini lahir untuk melaksanakan perintah Pasal 5 ayat (3) dari Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025. ➡️Download Perdirjen ILMATE No 6 Tahun 2025⬅️ Tanpa panduan ini, verifikator dan industri sering berdebat di ruang abu-abu. Namun, Perdirjen ILMATE No 6 Tahun 2025 memberikan definisi tegas: "Komponen Utama adalah bagian atau unsur pokok yang membentuk, menentukan, dan memengaruhi fungsi, mutu, serta karakteristik suatu barang.". Oleh karena itu, setiap bagian yang kita klaim dalam sertifikasi harus merujuk pada definisi ini. Faktanya, aturan ini mencakup spektrum yang sangat luas, mulai dari industri hulu seperti pembuatan besi baja dasar hingga industri hilir seperti perakitan komputer dan kendaraan listrik. Mungkin kita bertanya-tanya, apakah aturan ini berlaku untuk pabrik skala kecil? Jawabannya adalah ya. Regulasi ini tidak pandang bulu. Ketentuan mengenai rincian komponen utama ini wajib digunakan untuk penghitungan nilai TKDN barang oleh: Industri Kecil Industri Menengah Industri Besar. Tujuannya jelas, yaitu untuk menciptakan standarisasi penilaian yang adil di seluruh ekosistem manufaktur nasional. Bahkan, Direktur Jenderal akan melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap rincian ini setidaknya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. Ini menunjukkan komitmen pemerintah agar regulasi tetap relevan dengan perkembangan teknologi. Di sinilah letak dari aturan ini yang tidak luput memperhatikan dari detail kecil dalam Peraturan perdijen ILMATE No 6 ini. Padahal, detail inilah yang menentukan skor TKDN klien kita. Mari kita bedah beberapa contoh spesifik berdasarkan data resmi yang kami temukan di lampiran peraturan. Bagi Anda yang bergerak di pengadaan laptop atau smartphone untuk pemerintah, perhatikan tabel di bawah ini. Menariknya, komponen seperti "Gift Box" dan "Manual" kini secara eksplisit dihitung sebagai komponen utama. Tabel Rincian Komponen Utama Smartphone & Tablet Oleh karenanya, jangan sepelekan aspek kemasan (packaging) dalam proses produksi lokal Anda, karena itu menyumbang poin. Sementara itu, untuk sektor konstruksi, aturannya sangat teknis. Misalnya pada Jembatan, komponen utamanya meliputi Profil Baja, Floor Deck, H-Beam, hingga Stud Anchor. Bahkan untuk Tiang Listrik, komponen "Coating/Galvanis" dan "Dop (Tutup)" masuk dalam perhitungan. Sebaliknya, pada industri hulu seperti Steel Billet, "Energi" diakui sebagai komponen utama. Ini adalah pedoman TKDN industri yang sangat penting bagi pabrik peleburan baja, mengingat biaya energi di Indonesia cukup signifikan. Selanjutnya, kita melihat tren masa depan. Untuk Battery Electric Vehicle (BEV), komponen utamanya sangat spesifik dibandingkan kendaraan konvensional. Battery PCU/Inverter Transmission (E-Transaxle) Body & Frame Rubber Parts. Bahkan, cara hitung komponen utama TKDN untuk kendaraan listrik ini memisahkan secara jelas antara BEV dan Hybrid (HEV), di mana HEV masih memasukkan unsur Engine sebagai komponen utama. Tentunya, sebagai pelaku industri yang cerdas, kita harus melihat Peraturan TKDN terbaru 2025 ini sebagai peluang, bukan beban. Dengan mengikuti rincian komponen utama yang tertuang dalam Perdirjen ILMATE No 6 Tahun 2025, kita bisa memprediksi skor TKDN produk kita sebelum diajukan ke surveyor. Bayangkan jika kita sudah memproduksi ribuan unit alat kesehatan seperti USG, namun lupa bahwa "Probe Sensor" dan "Casing" adalah komponen vital yang bobotnya besar. Tentu kerugian besar menanti. ➡️Download Ebook Panduan TKDN⬅️ Pendek kata, pemahaman mendalam terhadap regulasi ini adalah kunci memenangkan pasar pemerintah. Dokumen ini valid untuk memastikan setiap baut, kabel, hingga buku manual yang kita produksi dihitung sebagai kontribusi dalam negeri. Mengenal Perdirjen ILMATE No 6 Tahun 2025 Lebih Dekat
Siapa Saja yang Wajib Menggunakan Pedoman TKDN Industri Ini?
Cara Hitung Komponen Utama TKDN di Berbagai Sektor
1. Sektor Elektronika dan Telematika
2. Sektor Logam dan Konstruksi
3. Sektor Kendaraan Listrik (EV)
Pentingnya Kepatuhan Terhadap Regulasi Terbaru
0 Comments