Blog Details

Mengenal TKDN dari Manfaat, Sertifikasi, dan Cara Mendapatkannya

Siapa Saja yang Berhak Memiliki Sertifikat TKDN? Cek 4 Kategori Ini!



Di era percepatan industri saat ini, memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah langkah strategis untuk mengamankan posisi bisnis Anda dalam rantai pasok nasional. Namun, sering terjadi kesalahpahaman di lapangan. Banyak pelaku usaha perdagangan (trader) yang terkejut ketika pengajuan mereka ditolak atau tidak dapat diproses.

Mengapa hal ini terjadi? Jawabannya terletak pada regulasi terbaru yang memperketat kriteria pemohon. Realitanya, hak pengajuan ini bersifat eksklusif dan tidak berlaku untuk sembarang model bisnis. Hanya entitas yang memberikan nilai tambah nyata baik melalui produksi maupun jasa yang diizinkan oleh tkdn kemenperin.

Agar rencana ekspansi bisnis Anda ke sektor pemerintahan (B2G) berjalan mulus, pahami empat klasifikasi perusahaan yang sah untuk mengajukan sertifikasi berikut ini.

1. Perusahaan Industri (Manufaktur & Pabrikan)

Kategori pertama adalah yang paling fundamental. Jika bisnis Anda memiliki fasilitas produksi, mengolah bahan baku menjadi barang jadi, maka Anda berada di jalur yang tepat.

Regulasi menegaskan bahwa "Perusahaan Industri" adalah pihak utama yang wajib mengurus TKDN. Tidak peduli apakah skala bisnis Anda raksasa atau masih berupa Industri Kecil Menengah (IKM), selama ada aktivitas produksi, pintu pengajuan terbuka lebar.

Namun, bagi Anda yang murni hanya melakukan jual-beli barang (trading) tanpa proses produksi, Anda tidak bisa mengajukan sertifikasi ini secara mandiri. Solusinya? harus berevolusi menjadi produsen atau menggunakan skema kerjasama yang sah.

2. Perusahaan Jasa Industri

Berbeda dengan sektor barang, sektor jasa memiliki filter yang lebih spesifik. Tidak semua layanan jasa bisa disertifikasi.

Pemerintah telah menetapkan batasan yang jelas melalui KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). Hanya perusahaan yang bergerak di bidang "Jasa Industri" sesuai daftar KBLI yang diperbolehkan.

Sebelum Anda sibuk mengisi form tkdn jasa, pastikan dulu kode KBLI perusahaan Anda valid. Penilaian di sektor ini sangat detail, mencakup aspek kewarganegaraan tenaga kerja, kepemilikan alat kerja, hingga fasilitas pendukung yang digunakan dalam pelayanan jasa tersebut.

3. Perusahaan Gabungan (Barang & Jasa)

Kategori ini biasanya diisi oleh kontraktor atau perusahaan yang menangani proyek terintegrasi, seperti Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Jika perusahaan Anda tidak hanya menyuplai material tetapi juga melakukan instalasi atau pengerjaan di lokasi, Anda masuk dalam kategori ini. Tantangan terbesar di kategori ini adalah kompleksitas perhitungan. Perlu juga  memahami cara pengisian formulir tkdn konstruksi yang menggabungkan variabel material fisik dengan variabel tenaga kerja dan alat berat di lapangan.

4. Perusahaan Maklon (Brand Owner Tanpa Pabrik)

Punya merek terkenal tapi tidak punya pabrik? Jangan khawatir, regulasi mengakomodasi model bisnis Anda melalui skema Maklon.

Perusahaan Maklon adalah solusi cerdas bagi pemilik brand yang bekerja sama dengan perusahaan industri (pabrikan) lain untuk memproduksi barangnya. Dalam skema ini, Anda tetap bisa mengajukan sertifikasi dan mengisi form tkdn barang dan jasa atas nama produk Anda, asalkan ada perjanjian kerjasama produksi yang sah dengan pihak manufaktur.

Ringkasan Perbedaan Kategori

Agar lebih mudah memetakan posisi bisnis Anda, perhatikan tabel perbandingan berikut:

Kategori Usaha

Karakteristik Utama

Syarat Pengajuan

Industri

Memiliki pabrik/produksi

Wajib berstatus produsen

Jasa Industri

Layanan teknis

Sesuai daftar KBLI Jasa Industri

Gabungan

Proyek terintegrasi

Kombinasi material & pengerjaan

Maklon

Brand owner

Memiliki kontrak kerjasama produksi

Teknis Pengajuan Melalui SIINas

Setelah memastikan kategori usaha, langkah teknis dimulai dengan mendaftar di sistem digital pemerintah, yaitu siinas tkdn. Ini adalah gerbang utama seluruh proses verifikasi.

Pada tahap ini, ketelitian adalah segalanya. Anda mungkin perlu menggunakan alat bantu seperti formulir tkdn excel untuk melakukan simulasi perhitungan mandiri (self-assessment) sebelum data dikunci. Banyak perusahaan melakukan riset dengan mencari contoh laporan tkdn atau melakukan download sertifikat tkdn milik kompetitor sejenis hanya untuk mendapatkan gambaran visual format dokumen yang benar.

Namun, meniru format saja tidak cukup. Data yang Anda masukkan harus dapat dipertanggungjawabkan saat surveyor melakukan kunjungan lapangan.

Mengapa Pendampingan Itu Penting?

Proses verifikasi bukanlah sekadar formalitas administrasi. Verifikator akan mengecek kesesuaian data di atas kertas dengan kondisi riil di lapangan. Salah penentuan KBLI atau kekeliruan dalam self-assessment bisa berujung pada nilai TKDN yang rendah, atau lebih buruk lagi, gagal terbit.

Alatan Asasta Indonesia hadir sebagai perusahaan strategis untuk memastikan setiap langkah yang Anda ambil sudah sesuai regulasi. Kami membantu Anda mulai dari analisis kategori usaha, pra-audit, hingga pendampingan saat verifikasi resmi berlangsung.

Jangan biarkan ketidaktahuan regulasi menghambat potensi bisnis Anda.

Mau konsultasi gratis 30 menit? Hubungi tim ahli kami ➡️DISINI⬅️ sekarang juga untuk strategi sertifikasi yang efektif dan akurat.

0 Comments

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *