Blog Details

Mengenal TKDN dari Manfaat, Sertifikasi, dan Cara Mendapatkannya

Strategi E-Purchasing dan Transisi E-Katalog V.6 dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

JAKARTA – Memasuki tahun anggaran 2026, transformasi digital dalam sektor pemerintahan semakin tak terbendung. Sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah kini bertumpu pada E-Katalog V.6 yang menuntut kecepatan sekaligus akuntabilitas. E-Purchasing kini bukan lagi sekadar metode belanja daring, melainkan strategi krusial yang menentukan apakah proses pengadaan tersebut efisien, transparan, dan yang terpenting: lolos uji audit.

Menyikapi urgensi tersebut, Alatan Indonesia sebagai perusahaan "Ahlinya Bisnis Pemerintah" yang terdepan, berinisiatif menggelar webinar eksklusif guna mengedukasi para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, maupun penyedia agar tidak salah langkah dalam mekanisme baru ini. Acara ini dirancang khusus untuk menjawab kekhawatiran terkait aspek perencanaan yang sering kali menjadi temuan auditor di kemudian hari.

Kupas Tuntas Regulasi Bersama Probity Advisor LKPP

Webinar bertajuk "Strategi Perencanaan dan Persiapan Pengadaan melalui E-Purchasing pada Ekatalog V.6" ini dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Tidak tanggung-tanggung, Alatan Indonesia menghadirkan Agus Arif Rakhman, M.M., CPSp. Beliau adalah figur otoritas di dunia pengadaan dengan rekam jejak sebagai Pengelola Pengadaan Ahli Madya, Probity Advisor LKPP, serta Fasilitator Kehormatan Bidang Pengadaan.

Kehadiran narasumber yang memiliki kompetensi tinggi ini menjamin materi yang disampaikan bukan sekadar teori, melainkan panduan teknis yang valid. Banyak praktisi pengadaan yang gamang menghadapi fitur baru E-Katalog V.6, namun dengan bimbingan ahli, peserta akan diajarkan cara menyusun spesifikasi dan strategi pembelian yang aman dari masalah hukum.

Berikut adalah poin-poin krusial yang akan dibedah secara mendalam dalam sesi dua jam tersebut:

  • Identifikasi Kebutuhan & Analisa Pasar: Teknik memetakan kebutuhan riil agar tidak terjadi pemborosan anggaran.

  • Pemaketan & Pengumuman RUP: Strategi menyusun Rencana Umum Pengadaan yang sesuai regulasi terbaru.

  • Penyusunan Spesifikasi Teknis & KAK: Kunci agar barang yang dibeli tepat guna dan tepat mutu.

  • Menyusun Perkiraan Harga/HPS: Metode menetapkan harga yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Penggunaan PDN: Memastikan kepatuhan terhadap prioritas Produk Dalam Negeri dalam E-Purchasing.

Pentingnya Akurasi dalam Perencanaan E-Purchasing

Faktanya, kemudahan "klik" dalam E-Purchasing sering kali melenakan. Kesalahan dalam tahap perencanaan seperti spesifikasi yang mengarah pada satu merek tanpa justifikasi atau HPS yang tidak relevan dapat berakibat fatal saat pemeriksaan (audit).

Data lapangan menunjukkan bahwa banyak "temuan" audit justru bermula dari ketidaktelitian administratif di awal proses. Oleh sebab itu, webinar ini hadir sebagai benteng preventif untuk meminimalisir risiko tersebut. Agus Arif Rakhman, M.M., CPSp, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa pengadaan yang baik dimulai dari perencanaan yang matang. "Pastikan proses pengadaan Anda sesuai regulasi dan bebas temuan," adalah pesan kunci yang akan digaungkan dalam sesi ini.

Rincian Pelaksanaan dan Investasi Webinar

Alatan Indonesia menyadari bahwa edukasi berkualitas harus dapat diakses oleh banyak pihak untuk mendorong ekosistem pengadaan yang bersih. Kendatipun materi yang disampaikan sangat teknis dan berbobot, biaya investasi untuk webinar ini dirancang sangat terjangkau.

Berikut adalah rincian biaya pendaftaran yang ditawarkan:

Kategori Tiket

Harga

Keterangan

Early Bird

Rp 79.000

Untuk 20 pendaftar tercepat

Harga Normal

Rp 99.000

Harga reguler

Daftar Berdua

Rp 169.000

Paket hemat (lebih murah)

Dengan investasi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu tentang strategi E-Purchasing, tetapi juga berbagai benefit eksklusif lainnya, antara lain:

  • Bedah Kasus & Diskusi Interaktif: Kesempatan tanya jawab langsung dengan ahli mengenai kendala di lapangan.

  • Jejaring Profesional: Memperluas koneksi dengan praktisi Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) dari seluruh Indonesia.

  • Paket Lengkap: E-Sertifikat Resmi, Soft Copy Materi, dan Akses Rekaman Webinar (bisa diputar ulang untuk pembelajaran mandiri).

Strategi Menghadapi Tahun Anggaran 2026

Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa standar pengawasan di tahun 2026 akan semakin ketat seiring dengan transparansi sistem digital. Aparatur maupun penyedia yang tidak memahami alur planning hingga purchasing di E-Katalog V.6 akan tertinggal dan berpotensi menghadapi masalah administrasi.

Dalam hal ini, belajar langsung dari sumber yang kredibel seperti Probity Advisor LKPP adalah langkah investasi leher ke atas yang sangat berharga. Anda akan diajarkan cara memastikan setiap rupiah uang negara dibelanjakan secara akuntabel.

Cara Mendaftar

Bagi Anda yang serius ingin mengamankan proses pengadaan di instansi Anda agar "Bebas Temuan", segera amankan kursi Anda. Kuota peserta dibatasi untuk menjaga efektivitas sesi diskusi interaktif.

Pendaftaran dapat dilakukan secara mudah melalui tautan berikut:

➡️ bit.ly/WebinarE-Katalog2026 ⬅️

Atau pindai QR Code yang tertera pada flyer resmi di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan pengadaan dan layanan konsultasi lainnya, Anda juga dapat mengunjungi situs resmi Alatan Indonesia di www.alatanindonesia.id.

Singkatnya, webinar ini adalah panduan wajib bagi siapa pun yang terlibat dalam ekosistem pengadaan barang/jasa pemerintah. Persiapkan diri Anda, pahami E-Katalog V.6, dan jalankan pengadaan yang aman dan akuntabel di tahun 2026


0 Comments

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *